
MADIUN, 19 Oktober 2026 — Kecepatan dan ketepatan dalam mengenali kondisi kritis pasien merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan penanganan kegawatdaruratan. Menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan, RSU Darmayu Madiun menyelenggarakan In House Training: An Approach to Critically Ill Patient pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan menghadirkan dr. Bayu Wijanarko, Sp.An. Kegiatan ini diikuti oleh 35 tenaga kesehatan lintas unit sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi dalam mengenali kondisi kritis sejak dini dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan yang responsif dan tepat.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pengenalan awal pasien kritis, termasuk pentingnya mengidentifikasi tanda-tanda kegawatan agar kondisi pasien dapat dikenali sedini mungkin. Keterlibatan dokter umum IGD, perawat IGD, perawat ICU, serta kepala ruangan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan tim dan memperkuat koordinasi lintas unit. Dengan pemahaman yang baik terhadap kondisi pasien sejak awal, tenaga kesehatan diharapkan mampu mendukung proses penilaian dan penanganan sesuai kompetensi serta prosedur yang berlaku.
Melalui kegiatan In House Training yang dilakukan secara rutin ini, RSU Darmayu Madiun menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk membangun budaya kerja yang mengutamakan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan keselamatan pasien. Dengan SDM yang terus berkembang, RSU Darmayu Madiun berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.